Sabtu, 22 Februari 2014

Manajemen Keselamatan (2)

Posted by Unknown | 08.25 Categories:
Pencegahan Kecelakaan 


1. Teori Kecelakaan oleh Heinrich 
Teori oleh Heinrich ini lebih dikenal dengan teori domino. Ia menyatakan bahwa kecelakaan terjadi sebagai hasil dari lima kondisi, yang semuanya berdiri tegak seperti kartu domino. Kondisi ini meliputi lingkungan sosial (social environment and Ancestry), fault of a person, tindakan atau kondisi tidak aman (unsafe act and condition), kecelakaan (accident) dan cedera (injury). Jika salah satu kondisi (satu kartu) tersebut digerakkan maka kartu yang lain akan terjatuh kecuali jika salah satu kartu diambil. Berdasarkan teori ini maka yang dapat dikontrol adalah faktor tindakan atau kondisi tidak aman. Apabila kartu (unsafe act and condition) ini diambil maka tingkat kecelakaan kerja akan berkurang. Pada banyak kasus, untuk mengontrol kondisi yang tidak aman dapat diselesaikan melalui desain engineer dan teknologi. Sementara untuk mengontrol tindakan yang tidak aman dapat dilakukan melalui pendidikan, melibatkan pekerja dalam peraturan keamanan dan faktor lainnya. 



Teori Domino


2. Angka Statistik kecelakaan 

Dengan melihat angka statistik kecelakaan, maka kita dapat mengetahui besarnya tingkat kecelakaan kerja dan mengevaluasi faktor yang terkait. Angka statistik ini dapat disajikan dengan bermacam-macam model misalnya tingkat fatal kecelakaan kerja pada berbagai industri, penyebab kecelakaan kerja yang sering terjadi, dan lain-lain.Menurut suarapembaharuan.com, berdasarkan data dari KemeNakerTrans pada tahun 2013, di Indonesia tidak kurang dari enam pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja setiap harinya, sementara menurut  Internation Labor Organization (ILO) di Indonesia rata-rata setiap tahunnya ada 99.000 kasus kecelakaan kerja. Info lengkapnya dapat dilihat disini
contoh laporan statistik



3. Investigasi Kecelakaan 

Setiap kecelakaan yang terjadi harus diinvestigasi. Investigator kecelakaan harus menjelaskan penyebab kecelakaan yang melibatkan hal-hal berikut : 
  • Kegagalan sistem seperti tidak berfungsinya peralatan, ketidaksesuaian struktural atau masalah desain
  • Kegagalan Prsedur seperti kurangnya prosedur operasional, ketidaksesuaian training, minimnya penjelasan tentang pekerjaan 
  • Employee error seperti bekerja tidak sesuai dengan prosedur atau tidak menggunakan alat pengamanan yang benar. 
Untuk mencegah kecelakaan kerja maka setiap tahapan kerja diidentifikasi resiko atau potensi terjadinya kecelakaan kerja termasuk setiap ada pekerjaan atau tahapan kerja baru dan proses kerja yang baru. Bagian yang direview meliputi jaringan listrik, penggunaan alat, pencahayaan, fire protection, alat pelindung diri, ventilasi, confined space, tripping hazard, ergonomi dan elemen alinnya. Apabila bahaya teridentifikasi maka metode kerja ditingkatkan untuk mengeleminasi/menghindari bahaya. Jika memungkinkan, sumber bahaya dieleminasi tetapi jika tidak menungkinkan, bahaya dapat dikurangi dengan sedemikian rupa. Apabila JHA telah dilengkapi, pekerja ditraining terhadap prosedur kerja yang aman sehingga efisiensi kerja tercapai. Pada beberapa kasus jika pekerjaan mensyaratkan penggunaan alat pelindung diri(APD) maka pelatihan formal dan pencatatan (mengenai efisiensi, performance kerja, kecelakaan kerja dll) harus dilakukan. 

      4. Analisis Bahaya Kerja/Job Hazard Analysis (JHA) 

      Apabila penyebab kecelakaan telah diketahui maka tindakan perbaikan seharusnya segera dilakukan. Pada beberapa kasus, tindakan yang tidak aman pada salah satu lokasi dapat ada di tempat lain atau site lain. 

      Investigasi kecelakaan ini dilakukan oleh manager atau supervisor. Kemudian investigasi ini direview oleh spesialis keselamatan dan manajemen. Tetapi jika kecelakaannya serius maka safety specialis atau tim investigasi harus dari pihak ketiga di luar perusahaan. Melibatkan pengacara pun dapat dianggap suatu tindakan yang bijak untuk selama melakukan investigas kecelakaan kerja yang serius. Menurut peraturan OSHA (29 CFR 1904.8) kecelakan kerja harus dilaporkan dalam kurun waktu 8 jam apabila kasusnya fatal atau apabila ada 3 atau lebih pekerja yang masuk ke rumah sakit karena kecelakaan kerja. Sedangkan menurut peraturan di Indonesia yang dituangkan dalam  Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor : Per.01/Men/1981 Tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja laporan mengenai kecelakaan kerja dilakukan paling lama 2x24 jam setelah penyakit didiagnosa. 

      sumber : 
      Environmental, Safety and Health Engineering (Gayle Woodside and Dianna Kocurek)


      Manajemen Keselamatan (1)

      Posted by Unknown | 07.13 Categories:
      MOTIVASI PEKERJA

      Manajemen keselamatan dan motivasi adalah subjek yang kompleks, penting karena berhubungan dengan faktor manusia di dalamnya. Sejumlah kecelakaan dapat terjadi karena faktor tindakan yang tidak aman (unsafe act) oleh manusia. Jika respon manusia selalu dapat diprediksi dan dihitung secara scientific kemudian manajemen keselamatan dan motivasi dapat "ditekniskan" dengan cara yang sama maka bahaya akan dikontrol melalui teknologi. Sayangnya hal ini tidak mungkin sehingga sistem keselamatan yang profesional akan tergantung pada kebiasaan sehingga program keselamatan dapat menjadi efektif.

      Motivasi Pekerja
      Hawthorne Experiment
      Eksperimen yang dilakukan adalah dengan melihat tingkat pencahayaan di tempat kerja yang mempengaruhi produktivitas kerja. Grup dibagi menjadi dua yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang diteliti dan tingkat pencahayaan untuk kelompok yang diteliti divariasikan berdasarkan waktu.
      Apa yang ditemukannya kelihatannya tidak scientifik. Kedua grup ini tetap meningkat produktivitasnya. Sebagai tambahan, kelompok yang diteliti meningkat produktivitasnya meskipun tingkat pencahayaan sangat rendah. Maka dari eksperimen ini dapat diketahui bahwa pada dasarnya, pekerja merespon perhatian yang mereka terima dari manajemen dan peneliti daripada tingkat pencahayaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa produktivitas, kesadaran keselamatan, kualitas kerja dan indikator kemampuan kerja lainnya tidak hanya dapat dihitung secara scientific dari perubahan fisik lingkungan kerja.

      Maslow's Hierarchy of Needs
      Teori ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1943 dalam artikel berjudul "A Dynamic Theory of Human Motivation" dan kemudian direvisi dan dipertajam dalam bukunya berjudul Motivation and Personality yang dipublikasikan pada tahun 1954. Menurut teori Maslow, ketika satu kebutuhan terpenuhi, maka kebutuhan lainnya akan muncul. Teori ini digambarkan dalam piramida seperti berikut :
      Hal yang paling mendasar adalah physiological needs termasuk seperti makanan, air dan tidur. Kebutuhan selanjutnya adalah masalah keamanan seperti perlindungan diri dari bahaya. Lebih tinggi lagi adalah masalah sosial seperti persahabatan, belonging dan cinta. Tahap selanjutnya adalah self-esteem atau mungkin dapat diartikan sebagai penghargaan diri termasuk kepercayaan diri, independence, status, pengakuan diri, penghargaan dan respect diri. Puncaknya adalah self-actualization yaitu self-directed, penerimaan itu sendiri, dan memiliki problem-solving pada orientasi hidup.

      Asumsi Maslow adalah kebiasaan dan motivasi adalah fungsi dari pemenuhan kebutuhan. Maka berdasarkan teorinya, manajer suatu perusahaan seharusnya memotivasi pekerjanya dengan hierarki yang ada sehingga para pekerja dapat termotivasi untuk bekerja lebih baik. Sebagai contoh penghargaan pada kinerja pekerja sehingga produktivitas kerja meningkat. Hasil dari peningkatan kinerja ini adalah janji untuk meningkatkan jabatan pekerja. Dengan demikian pekerja akan merasa aman (safety and security need) terhadap posisinya di perusahaan tersebut. Begitu seterusnya hingga pekerja mampu mencapai tingkatan puncak hirarki.

      Teori Herzberg pada Motivasi Higiene
      Teori ini pertama kali dipublikasikan dalam The Motivation to Work (1959) dan di Work and the Nature of Man (1966). Teori ini melihat lingkungan atau higiene adalah faktor kondisi kerja, gaji, supervisi dan kebijakan perusahaan sebagai faktor yang dapat menghasilkan perubahan singkat dalam sikap kerja tetapi yang jarang dilibatkan adalah motivasi untuk berubah. Faktor higiene dikenal dengan "dissatisfier" ini adalah faktor yang dapat mencegah penurunan kinerja tetapi tidak semua pekerja adakan termotivasi. Maka menurut penelitian Herzberg akan ada gaya motivasi yang dikenal dengan "satisfier" yang berasal dari penghargaan, pengakuan terhadap prestasi, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab dan kemajuan yang diperoleh. Tiga hal terakhir merupakan faktor yang memiliki pengaruh terbesar.
      Jadi dengan teori ini maka keselamatan akan berlangsung dalam jangka waktu lama, dan merupakan bagian yang menjadi prioritas pekerja maka harus melibatkan elemen seperti tanggung jawab individual dan pengakuan pada prestasi sehingga tidak hanya dari kondisi kerja yang baik.

      Teori McGregor (Teori X dan Y)
      Argumentasi dari McGregor ialah bahwa konvensional manajer akan membiarkan pekerjanya bebas dalam melakukan pekerjaan karena mereka percaya bahwa pekerja akan memiliki inherent dislike of work dan akan avoid it jika memungkinkan. Kemudian karena "dislike" tersebut, manajer merasa bahwa setiap orang harus dipaksa, dikontrol, arahan langsung dan memberikan hukuman agar memenuhi objektivitas perusahaan. Maka konvensional manajer percaya bahwa rata-rata orang lebih memilih untuk diarahkan, berharap dihindarkan dari tanggung jawab dan relatif memiliki ambisi yang kecil tetapi mengharapkan keamanan diatas segalanya. Inilah yang disebut dengan teori X.
      Kemudian pekerja yang bekerja dengan cara yang terbaik dan diberikan otonomi serta dalam lingkungan yang konduktif untuk bertanggung jawab, tumbuh dan recognition. McGregor berpatokan pada teori Herzberg dan Maslow diatas bahwa manajer mengizinkan pekerja untuk mencari dan mencapai tingkat self-esteem dan self-actualization dalam pekerjaan mereka. Teori ini dikenal dengan teori Y.
      Maka dengan teori ini diketahui bahwa safety professional akan berjuang untuk memastikan bahwa program safety dan prosedur safety tidak seluruhnya tersusun secara diktator tetapi pekerja juga diizinkan untuk memberikan masukan dan partisipasinya dalam penyusunan prosedur karena bagaimanapun pekerja lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan daripada manajer.
      (tambahan dari wikipedia) 
      Konsep terkenal dengan menggunakan asumsi-asumsi sifat dasar manusia. Pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya kepemimpinan otoriter dan sebaliknya, seorang pemimpin n yang menyukai teori Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik. Untuk kriteria karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanpa perintah, sebaliknya karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya. Tipe Y ini adalah tipe yang sudah menyadari tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.

      The Great Jackass Fallacy 
      teori ini dipublikasikan oleh Harry Levinson pada tahun 1973. Ia menghubungkan antara motivasi pekerja dengan sistem manajemen terutama struktur suatu organisasi. Menurutnya, sistem birokrasi struktur organisasi akan akan menyebabkan masalah motivasi. Berdasarkan model militer yang mengontrol kegiatan dari tingkatan teratas, setiap bagian tergantung bagian tertinggi untuk memanajemen langsung. Sementara itu pada tingkatan subordinat/sub bagian suatu organisasi memiliki pengaruh kecil dan tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol manajemen secara langsung. Maka Levinson menyatakan bahwa manajemen harus menyingkirkan motivasi yang tidak membangun suatu organisasi serta merevisi struktur organisasi jika memungkinkan. Sehingga berdasarkan teori ini apabila terlalu banyak struktur suatu organisasi maka pekerja dengan level yang rendah merasa tidak memiliki kekuatan dalam organisasi, tidak ada rasa memiliki terhadap perusahaan, tidak mengenal 'orang-orang yang berpengaruh di perusahaan'.

      Perspektif dari Peter Drucker 
      Peter F Drucker banyak menulis tentang manajemen dalam beberapa dekade dan beberapa teorinya dituangkan dalam buku Concept of the Corporation, The New Society and The Practice of Management. Dalam suatu pekerjaan, ia menyarankan untuk memberikan pekerja suatu tanggung jawab dan memberikan tujuan pencapaian jika memungkinkan tetapi menempatkan ini memerlukan keinginan yang tinggi antara pekerja dan manajer. Berdasarkan teori Y diatas, maka Drucker menyarankan bahwa manajemen akan efektif jika ada arahan atau struktur, objek, dan beberapa kontrol. Hal ini akan memberikan keamanan dan arahan selama masih mengizinkan pekerja memiliki tanggung jawabnya. Maksudnya setiap otonomi yang diberikan kepada pekerja berdasarkan teori Y, tetap harus ada kontrol dan arahan atau struktur dari manajemen.
      Selain teori diatas, Drucker juga memiliki konsep yang dikenal dengan Management by Objectives (MBO). Konsep ini terbagi menjadi dua bagian proses - management by objectives must be addressed, as well as management by objectives. Management by objectives memerlukan setting clear, measurable objectives, tujuan prioritas, dan menentukan target spesifik, waktu dan strategi. Maka sumber definisinya adalah menentukan tujuan yang harus dilakukan. Pengukuran kemampuan pun juga perlu dilakukan.
      Management by objectives perlu membuat tujuan informasi tentang objek, strategi, prioritas, sumber dan pengukuran. Management by objectives membawa pandangan dasar, perbedaan pendapat dan pendekatan berbeda untuk tugas dan masalah yang sama dan mengizinkan organisasi untuk memperbaiki struktur dan tujuan.

      sumber : 
      Environmental, Safety and Health Engineering (Gayle Woodside and Dianna Kocurek)

      Borero

      Posted by Unknown | 07.12 Categories:
      :)

      Selasa, 18 Februari 2014

      Promosiin kusnadi

      Posted by Unknown | 09.15 Categories:
      memang ga pernah ragu sii sama kemampuan satu teman ini.. Good job bro d(^_^)b

      Senin, 17 Februari 2014

      Memaknai Pertemuan dan Perpisahan

      Posted by Unknown | 02.17 Categories:


      Pertemuan dan perpisahan, 
      dua kata yang saling berhubungan 
      suka atau tidak suka
      siap atau tidak siap
      kita pasti akan dihadapkan pada kedua kondisi ini
      pada pertemuan, kita harus siap menerima orang-orang baru masuk dalam kehidupan kita
      saat perpisahan, teriring doa... 
      "Ya Allah, jagalah mereka dan ridhoilah langkah mereka
      ampuni segala kekhilafan yang selama ini terjadi"

      Kawan, inilah kisah kita
      maaf atas segala kekhilafan yang terjadi dan simpanlah semua memori yang manis
      kawan, bumi Allah sangatlah luas
      tapi semoga itu tidak menyulitkan kita untuk saling merangkai alunan cerita persahabatan 



      Minggu, 16 Februari 2014

      Sempurnanya diri ini ketika ada disana

      Posted by Unknown | 07.16 Categories:
      Tuhan.. Rasanya belum lengkap hidup ini
      Rasanya belum sempurna iman ini ketika diri tidak mampu melakukannya
      Rasanya aku akan menjadi makhluk-Mu yang 'kurang beruntung' jika aku tidak sanggup untuk menghadap-Mu di tempat itu
      Tempat impian setiap makhluk beriman
      Tempat dimana hati merasa tentram
      Tempat dimana kedamaian akan didapatkan diantara riuhnya suara
      Tempat dimana semua kaum berkumpul menjadi satu
      Tempat yang tidak pernah sekalipun terlihat sepi selama fajar datang hingga kembali datang

      Kami memang tidak akan saling kenal
      tapi yang kami tau, aku adalah saudaranya, dan saya adalah saudaranya
      Perasaan kami akan sama
      Sama-sama lega, terharu, senang, bersyukur
      Mungkin tidak akan ada kata yang cukup untuk diungkapkan
      Bahkan ayat-Mu yang kami lantunkan pun rasanya belum cukup membalas nikmat yang sudah kami dapatkan

      Di tempat itu akan ada satu arahan untuk sujud ketika waktu kami menghadap Engkau telah sampai
      Kami akan bersama-sama menurunkan tingginya arogansi sehingga setara dengan kerendahan hidup
      Pada saat itulah, kami akan merasakan menghinakan diri ini sekaligus pada saat itulah kami akan berada pada posisi yang tertinggi di hadapan-Mu

      Di tempat itu pula, kami akan bersama-sama menengadahkan tangan agar mendapatkan ampunan dari Engkau terhadap lumuran dosa diri ini
      Untuk bersama-sama menangisi diri, keluarga dan bangsa atas apa nikmat dan cobaan yang Engkau berikan

      Tuhan, aku ingin kesana, sangat ingin
      aku ingin menghadapkan diri ini ke tempat dimana aku selama ini menghadap ketika panggilan itu datang
      saat itu aku hanya bisa menghadapkan diriku ke arah yang sama
      tapi aku ingin berhadapan langsung dengan tempat dimana selama ini menjadi pusat kami untuk memanjatkan untuk mengiba kepada Engkau

      aku ingin berkumpul bersama mereka yang sama-sama Engkau undang untuk sampai kesana
      aku ingin berkumpul dan tunduk pada-Mu bersama dengan mereka
      aku ingin merasakan bagaimana ketika semua orang adalah sama

      Tuhan, izinkan hamba sampai menginjakkan kaki kesana
      Izinkan kepala ini bersujud dihadapan Engkau dari sudut manapun tetapi tetap pada satu arahan
      Izinkan tangan ini untuk memanjatkan doa disana
      Izinkan diri ini sampai kesana sebelum Engkau mengambil roh hamba untuk dipisahkan dengan raganya
      Izinkan diri ini menggandeng pahlawan hidupku, untuk ada disana mengagungkan kalimat-Mu
      Izinkan aku Yang Maha Kuasa
      Izinkan aku karna aku yakin Engkau Maha Mendengar dan Engkau akan memelukku disana :)


      Rabu, 05 Februari 2014

      Alam tak Pernah Menuntut

      Posted by Unknown | 08.03 Categories:



      Jikalau ada sesuatu yang bisa aku ungkapkan sebagai sebuah benda, orang atau apapun itu
      yang paling ramah dan baik pada manusia
      maka aku akan menunjuk pada Alam
      Alam memberikanku dan kita semua kekuatan hidup
      Alam memberikan apa yang kita inginkan agar dapat melanjutkan hidup kita dan keturunan kita
      Alam mengandung segala yang bisa kita keruk
      Yang bisa kita ambil darinya 
      Tanpa harus mengembalikannya, sedikitpun
      Alam memberikan seluruh upayanya agar dapat diambil oleh manusia
      Ketika manusia berhasil merusak setiap aliran airnya, alam pun masih bersedia untuk "memulihkan" dirinya tanpa harus ada campur tangan dari manusia
      Ketika kita mengambil apa yang ditumbuhkan alam, alam mampu menumbuhkannya kembali
      Ketika kita mengeruk perut bumi hingga habis pun, alam masih menyediakannya di tempat lain. 
      Alam bisa melakukan itu
      Alam bersedia untuk menyediakan apapun yang diperlukan oleh manusia dan memperbaiki dirinya saat manusia meninggalkan dirinya
      Saat keadaan gersang dan alam dibasahi oleh air hujan yang menyejukkan, 
      Ia pun menumbuhkan segala macam yg dapat diambil oleh manusia
      Tuhan pun menjanjikan hal tersebut
      tapi Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk meninggalkan alam.
      Lihatlah yang dibuat manusia sekarang 
      Dulu alam begitu ramah menyediakan mereka segala macam ikan yg hidup di aliran sungainya, 
      menyediakan hewan yang hidup di dalam alam liarnya,
      menyediakan tanaman yang tumbuh di tanahnya
      atas dasar kepentingan manusia, semua berubah... 
      Menjadi rumah, kantor, pusat hiburan
      Ikan tak lagi sanggup hidup dalam habitat yg dulu ia kenal. Yang bisa ia temukan sinar matahari dan makanan didalamnya. yang bisa ia temukan kawan dan lawannya 
      Hewan liar tak lagi menemukan rumahnya ketika digantikan dengan beton bertingkat
      Tanaman tak lagi menemukan tempat tumbuhnya ketika ia harus dibakar dan digantikan dengan berbagai kepentingan manusia
      Bekas manusia pun ditinggalkan di alam tanpa pernah tau bagaimana perihnya alam menerimanya
      Apapun yang manusia anggap tidak berguna baginya, manusia berpikir alam akan menerima. 
      Throw and forget it..
      Ketika alam mengamuk
      Menumpahkan segala hal yg pernah diberikan manusia kepadanya, dikembalikan kepada manusia
      Tapi setelah alam kembali mereda
      Kembali ramah pada manusia, tapi sebaliknya 
      Sikap manusia yang tak berubah... 





      • RSS
      • Delicious
      • Digg
      • Facebook
      • Twitter
      • Linkedin
      • Youtube