Siapa sih yang tidak mau memperbaharui diri sendiri? Semua pasti akan
bilang, SAYA! Saya ingin memperbaharui diri sendiri dengan berbagai alasan dan
tujuannya. Oke, seberapa penting perbaharuan itu dilakukan?
Well, Tema ini saya ambil ketika
ikut kegiatan di Butterfly Act beberapa waktu yang lalu. Beberapa hal yang
dibahas mengenai memperbaharui diri ini saya rangkum dalam dua poin dibawah ini.
- Alasan, satu hal yang harus ditanyakan pada diri
sendiri jika ingin memperbaharui diri adalah apa sebenarnya alasan kita untuk
memperbaharui diri sendiri? Apa alasan kita berubah? Setelah kita tau alasan
ini maka akan menjadi penting bagi kita agar tau apa sebenarnya tujuan kita
berubah itu.
- Ubah pola hidup kita. Yang namanya setiap
perubahan, tentu tidak akan dijalani dengan mudah. Tidak semudah kita
mengatakan “Oke, aku akan berubah besok/sekarang/dua hari lagi”. Perubahan ini
merupakan implementasi kita dari alasan perbaharuan diri dan menggapai apa yang
kita inginkan. Mungkin selama ini kita akan jenuh dengan kehidupan yang
begitu-begitu saja. Seperti saya, mulai bosan dengan rutinitas mulai bangun
tidur lalu siap siap ke kampus lalu dapat tugas, lalu kerjakan tugas dan
kemudian tidur lagi. Begitu seterusnya sampai saya berada pada titik jenuh diri
rutinitas. Tapi apa saya harus berhenti? Berhenti dari kampus? Tentu tidak
karna ada amanah yang harus saya pikul disini. Apa yang dilakukan? Ubah pola
kehidupan, setelah bangun tidur, cari kegiatan yang membuat semangat diri
meningkat, yang membuat kita melupakan kejenuhan itu. Pergi jalan jalan sekitar
kos misalnya. Melihat hal-hal yang selama ini luput dari perhatian, atau pergi
ke daerah yang belum pernah kita lakukan. Atau sempatkan untuk membaca buku
yang kita senangi.
Masih bosan dengan rutinitas? Off
kan semua. Yaaa off. Tidak berarti off bekerja, kuliah, memasak atau mengurus
rumah. Tapi disamping mencari kegiatan baru, cari waktu off kita. Maksudnya?
Oke, begini, setiap orang akan merasa jiwa dan raganya menjadi satu dalam satu
waktu dan merasa seolah-olah waktu itu berhenti seketika dan didalam ruang itu,
hanya ada dia saja. Perjalanan sang waktu tidak mampu mengalihkannya
sedikitpun. Kapan? Setiap orang akan merasakan ini ketika ia melakukan hal yang
ia senangi, misalnya penulis dengan diary/blog/laptopnya, pianis dengan
pianonya, atau apapun itu.
Bagi orang islam sendiri, saat-saat ini adalah saat
kita shalat. Ketika shalat, kita akan merasa jiwa dan raga ini disatukan dan
kita melakukan penyerahan diri ini kepada sang Khalik sepenuh-penuhnya penyerahan
diri. Melupakan segala permasalahan dan beban yang diterima serta mensyukuri
setiap rizki/ujian yang diberikan kepada kita. Tentu saja ini tidak akan
terjadi jika kita melakukan shalat yang semata hanya ritual. Sebab feeling
untuk shalat yang demikian akan terjadi jika shalat dilakukan karna spiritual. Spiritual
karna kita merasa kita memerlukan Allah untuk menyerahkan diri ini. Spiritual
merasakan bahwa ini adalah salah satu cara kita untuk memperbaharui diri kita,
melepaskan energi negatif yang ada dan merasakan semburan energi positif dari
sang Khalik.
Tidak hanya setiap shalat wajib, shalat dhuha yang biasanya
dikatakan sebagai ibadahnya para pengusaha, lakukanlah untuk meluaskan hati ini
sehingga kita menjadi pribadi yang kaya hati. Begitu pun tahajud, shalat yang
akan lebih mendekatkan seorang hamba pada Tuhannya karna saat inilah hanya
sebagian kecil orang yang sanggup untuk bangun diantara orang lain yang
terlelap. Tuhan akan menjadikan orang-orang dengan tahajudnya sebagai pribadi
dengan kedudukan yang tinggi.
Satu titik yang mungkin menurut
saya merasa bahwa waktu itu akan berhenti adalah ketika sujud. Saat itulah
semua yang menjadi kesombongan diri di dunia akan diruntuhkan karna kita
menyerahkan segalanya pada Dzat Yang Maha Tinggi. Lepaskan semuanya, tinggalkan
sebentar rutinitas itu maka titik perbaharuan diri akan ditemui. Entah dari
mana, terkadang energi positif itu muncul dan perasaan untuk berubah itu
mengilhami.
Mungkin dua poin diatas adalah
kunci pembuka untuk memperbaharui diri. Ada pesan lain yang disampaikan dalam
kegiatan ini. Diantaranya mengapa ada yang tidak mau memperbaharui dirinya. Terkadang
yang membuat orang terlena dengan tidak memperbaharui diri adalah ketika telah
berada diatas rata-rata orang lain. Saat kita merasa bahwa titik yang kita
dapatkan sekarang merupakan titik aman dan kita tidak takut jatuh lagi. Tetapi
ternyata kita lupa bahwa orang lain yang ada dibawah kita sebelumnya, bisa jadi
terus memperbaharui dirinya, dan pada akhirnya orang itu ada diatas kita dan
justru kitalah yang menjadi orang rata-rata itu atau malah dibawah rata-rata.
Ada konsep mengenai kuadran waktu
yang menjadi acuan agar kita dapat memperbaharui diri ini. Agar kita menjadi
orang yang siap untuk berubah dan mempersiapkan diri untuk perubahan itu. Apa
itu? Yaa kuadran waktu saya berikan seperti gambar berikut.
· Kuadran I,
penting dan mendesak. Inilah yang sering kita lakukan. Menumpuk tugas
kuliah dan dua hari sebelum hari pengumpulan (Hari H) kita merasa terdesak oleh
waktu. Orang yang ada pada kuadran ini akan merasa tidak punya waktu yang
banyak. Maka kita akan mendengar celotehan bahwa rasanya 24 jam itu tidak
cukup. Maka pada kuadran ini kita tidak akan punya cukup waktu untuk
berubah/memperbaharui diri karna untuk evaluasi diripun kita tidak sempat.
· Kuadran
II, penting dan tidak mendesak. Orang pada kuadran ini akan merasa cukup
banyak waktu untuk kegiatan yang penting namun tidak harus dilakukan sesegera
mungkin. Tetapi tujuannya jelas misal dalam hal ini kita berbicara tentang
memperbaharui diri. Maka orang yang merasa poin poin yang harus dilakukan untuk
memperbaharui diri itu penting, ia akan
melakukannya dengan tenggat waktu yang tidak membuatnya terdesak dan melakukannya
semata-mata agar terpenuhi targetnya. Kuncinya, fokus. Melakukan hal penting
dan fokus pada tujuan.
· Kuadran
III, tidak penting dan mendesak.
Sesuatu hal yang sebenarnya tidak penting tapi kita merasa itu sangat mendesak untuk dilakukan. Hati-hati pada kuadran ini karna ini membawa kita untuk
meanggap sesuatu itu seolah olah penting dan sesegera mungkin harus kita
lakukan. Ini dapat dikatakan jebakan batman. Hati-hati karna ini akan waste your
time.
· Kuadran
IV, tidak penting dan tidak mendesak. Hindari berada pada kuadran ini
karena kita akan terbuai oleh waktu dan merasa segala hal untuk merubah diri itu bisa berjalan dengan sendirinya tanpa kita harus berusaha dan tidak terdesak oleh waktu.
Jadi, Berada dikuadran mana kita
selama ini? ƪ(˘⌣˘)┐"ƪ(˘⌣˘)ʃ"┌(˘⌣˘)ʃ